Menurut pengungkapan keuangan dari Kantor Etika Pemerintah AS, Presiden Donald Trump melakukan 18 transaksi saham Coupang antara Oktober 2025 dan Mei 2026 melalui dua akun investasi. Kepemilikan Presiden saat ini diperkirakan sekitar 130 ribu dolar AS (sekitar 200 juta won Korea), yang merupakan bagian kecil dari total asetnya.
Waktu transaksi ini menuai sorotan karena bertepatan dengan momen-momen penting dalam sengketa perdagangan AS-Korea terkait Coupang. Aktivitas perdagangan terjadi pada Oktober-November 2025 menjelang pengumuman pelanggaran data, kembali berlanjut pada Desember saat sidang parlemen Korea tentang Coupang menarik perhatian di Washington, dan berlanjut hingga Mei 2026 saat pejabat AS mengajukan tuduhan diskriminasi terhadap pemerintah Korea. Trump menyatakan bahwa ia tidak mengelola akun-akun ini secara langsung, meskipun tidak seperti presiden sebelumnya, ia tetap memiliki akses ke detail portofolio. Pengungkapan tersebut juga mengungkapkan bahwa pejabat administrasi Trump lainnya yang menangani kebijakan perdagangan terkait Korea menerima kompensasi dari Coupang dan perusahaan Korea sebelum menjabat.