Trump Berikan Ultimatum Hormuz dalam 48 Jam saat Harga Minyak Melonjak

Jalur Air Strategis Berisiko

Selat Hormuz juga merupakan salah satu jalur utama transit minyak di dunia, dan gangguan terhadapnya telah menarik perhatian internasional. Sikap AS didukung oleh beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, yang menekan Iran agar memungkinkan aktivitas pengiriman yang normal. Selain itu, negara-negara Teluk juga menyoroti pentingnya menjaga jalur energi secara stabil untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih luas jika AS melakukan serangan. Iran membalas bahwa setiap serangan dari AS akan dihadapi dengan serangan terhadap infrastruktur di wilayah yang menguntungkan AS. Pabrik energi, sistem teknologi, dan pabrik desalinasi dapat menjadi target jika eskalasi lebih lanjut terjadi, menurut pejabat. Ini juga sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan rudal terkait Iran di kilang minyak Haifa di Israel yang meningkatkan ketegangan di kawasan.

Pasar minyak merespons cepat terhadap kejadian ini, dengan harga minyak naik sekitar 98 dolar per barel, menunjukkan kekhawatiran tentang pasokan yang semakin meningkat. Pedagang mempertimbangkan kemungkinan ketidakstabilan yang berkepanjangan di kawasan Teluk, yang akan membatasi pasokan global. Selain itu, analis mengamati bahwa cadangan strategis mungkin tidak mampu mengatasi gangguan pasokan yang berlangsung lama jika konflik menyebar ke pasar internasional. Pasar cryptocurrency menunjukkan kerentanan baru saat risiko geopolitik meningkat di tengah pasar global. Aset digital utama mengalami kerugian karena investor beralih ke aset yang kurang berisiko akibat ketidakpastian. Suasana risiko yang lebih besar ini terus menekan harga kripto meskipun mereka berusaha pulih dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi di pasar keuangan sangat rapuh terhadap setiap pembaruan tambahan, dengan masing-masing pihak mengambil sikap tegas. Di sisi lain, investor memantau dengan ketat setiap perkembangan diplomatik yang dapat mengurangi ketegangan atau mencegah eskalasi. Namun demikian, dengan ketidakpastian tambahan seputar Selat Hormuz, volatilitas diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat baik di pasar minyak maupun aset digital.

Artikel ini awalnya diterbitkan dengan judul Trump Berikan Ultimatum 48 Jam di Hormuz saat Harga Minyak Melonjak karena Berita Terkini Crypto – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar