Menurut Yonhapinfomax, Indeks Dolar AS (DXY) naik ke 100,939 pada 7 Juli (Waktu Timur), naik 0,075 poin atau 0,074% dari penutupan sebelumnya. Dolar menguat setelah Iran dilaporkan menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan kedua kapal mengalami kerusakan signifikan namun tidak ada korban jiwa, menurut Axios yang mengutip dua pejabat AS. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik sekitar 1% menjadi sekitar 69 dolar AS per barel.
Pedoman hawkish para pejabat Federal Reserve juga mendukung kekuatan dolar. Strategis Commonwealth Bank Carol Kong mencatat ekspektasi bahwa Federal Open Market Committee dapat mulai mengetatkan kebijakan pada awal Desember, meskipun laju kenaikan suku bunga mungkin lebih lambat dari yang diantisipasi pasar.