Pesan dari Gate News, 22 April — Militer AS menaiki dan menyita kapal tanker minyak tanpa kewarganegaraan M/T Tiffany di Samudra Hindia semalam pada 21 April (waktu setempat), menurut Departemen Pertahanan AS. Kapal tersebut, membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, sedang dalam perjalanan dari perairan dekat Sri Lanka menuju Singapura.
Operasi penertiban tersebut, yang dilakukan oleh personel Navy SEAL Team melalui helikopter, merupakan bagian dari upaya penegakan maritim AS yang sedang berlangsung untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegah upaya penghindaran sanksi oleh kapal-kapal yang dikaitkan dengan Iran. AS telah memperluas blokade maritimnya terhadap Iran ke kawasan Indo-Pasifik, sehingga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Iran merespons dengan ancaman militer. Kantor penyiaran pemerintah Iran (IRIB) mengumumkan pada 22 April bahwa Iran tidak akan mengakui perpanjangan gencatan senjata dari AS dan akan bertindak sesuai kepentingan nasionalnya. Sebuah media semi-resmi yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Iran tidak akan membuka Selat Hormuz selama blokade maritim AS berlanjut dan akan secara paksa mengangkat segala blokade jika diperlukan. Seorang juru bicara Komando Militer Pusat Iran memperingatkan: "Jika ada serangan atau tindakan apa pun terhadap Iran, militer Iran akan segera melancarkan serangan dahsyat ke sasaran yang telah ditentukan sebelumnya dan menunjukkan kepada AS serta Israel rasa pahit yang sama sekali lagi."