Menurut Torsten Slok, ekonom kepala di Apollo Global Management, rasio VXN ke VIX melonjak menjadi 1,64 per 16 Juni, menandai level tertingginya sejak 2017. Indeks volatilitas nasdaq-100 (VXN) semakin menyimpang dari VIX pasar yang lebih luas, menandakan permintaan lindung nilai terkonsentrasi pada saham teknologi di tengah reli pasar yang didorong AI.
MarketWatch melaporkan bahwa meski VIX masih di bawah rata-rata historisnya, yaitu di bawah 20, VXN terus naik, menunjukkan investor membayar biaya yang lebih tinggi untuk melindungi diri dari potensi volatilitas sektor teknologi. Kesenjangan ini mencerminkan apa yang disebut pengamat pasar sebagai “dispersion trade”, dengan arus dana berputar dari saham teknologi mega-cap ke peralatan semikonduktor, server, dan saham pusat data. Pada Selasa, iShares Semiconductor ETF jatuh lebih dari 7%, sementara S&P 500 turun sekitar 1%, menggarisbawahi tekanan jual yang terkonsentrasi pada aset terkait AI dan chip.