Wall Street Perkirakan Laba Kuartal II yang Kuat dengan Pertumbuhan S&P 500 sebesar 23,3%

SPX500-0,70%
AMZN0,81%
DAL-1,25%

Analis Wall Street memperkirakan laba Q2 yang solid, menurut laporan pada 13 Juli waktu setempat oleh Yahoo Finance yang mengutip analis JP Morgan Mislav Matejka. Matejka mencatat bahwa pengumuman pendahuluan laba negatif jauh lebih rendah dibanding level tipikal, sementara estimasi laba perusahaan menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Strategist tersebut mengaitkan kenaikan estimasi pada perbaikan fundamental aktivitas ekonomi Q2, sebagian karena pemulihan manufaktur di Eropa yang tetap tangguh meski menghadapi tekanan sentimen geopolitik.

JP Morgan Mengaitkan Kenaikan Estimasi Laba dengan Fundamental Ekonomi

Matejka menekankan bahwa kenaikan estimasi laba kemungkinan mencerminkan peningkatan nyata pada fundamental perusahaan, bukan sikap terlalu optimistis dari analis. “Kenaikan estimasi laba mencerminkan perbaikan fundamental dalam aktivitas ekonomi Q2, sebagian karena pemulihan manufaktur di Eropa tetap tangguh meski menghadapi tekanan sentimen geopolitik,” kata Matejka.

Negative/Positive Earnings Pre-Announcement Ratio Trend Source: JP Morgan

Estimasi Pertumbuhan Laba Q2 S&P 500 Mencapai 23,3%

Estimasi pertumbuhan laba S&P 500 untuk Q2 year-over-year berada di 23,3%, menurut data FactSet. Angka ini melampaui rata-rata 10 tahun sebesar 10,3% dan rata-rata 5 tahun sebesar 16,4%. Jika estimasi 23,3% bertahan, itu akan menandai kuartal kedua berturut-turut dengan pertumbuhan laba 20%+, serta kuartal ketujuh beruntun dengan pertumbuhan dua digit.

Sepuluh dari 11 sektor diperkirakan menunjukkan pertumbuhan laba, dengan sektor energi, teknologi, dan material yang diantisipasi terutama kuat.

Quarterly EPS Trend Since 2024 Source: JP Morgan

Belanja Modal Hyperscaler dan Ketahanan Konsumen Mendukung Laba

Yahoo Finance menjelaskan bahwa belanja modal besar oleh hyperscaler seperti Amazon telah mengalirkan ratusan miliar dolar ke perangkat keras, manufaktur chip memori, fasilitas pembangkit listrik, dan pembangunan pusat data. Meskipun ada kekhawatiran geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut, ekonomi AS secara keseluruhan tetap stabil berkat ketahanan belanja konsumen, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil kuartalan Delta Air Lines yang kuat yang diumumkan pekan lalu.

Strategist pasar Truist Keith Lerner menggambarkan situasi saat ini: “Kami sedang berada pada periode lonjakan laba, di mana perbaikan laba terlihat di saham large-cap, mid-cap, dan small-cap, serta di pasar negara berkembang.”

FAQ

Bagaimana prospek laba Q2 Wall Street untuk S&P 500?
Analis Wall Street memperkirakan laba Q2 yang solid, dengan estimasi pertumbuhan laba year-over-year S&P 500 sebesar 23,3% menurut data FactSet. Ini melampaui rata-rata 10 tahun sebesar 10,3% dan rata-rata 5 tahun sebesar 16,4%. Analis JP Morgan Mislav Matejka menyebut penanda utama berupa pengumuman pendahuluan negatif yang jauh lebih rendah dan estimasi laba yang terus naik.

Sektor mana yang diperkirakan memimpin pertumbuhan laba Q2?
Sepuluh dari 11 sektor S&P 500 diperkirakan menunjukkan pertumbuhan laba pada Q2, dengan sektor energi, teknologi, dan material yang diantisipasi terutama kuat. Yahoo Finance mengaitkannya sebagian dengan belanja modal besar oleh hyperscaler seperti Amazon, yang telah mengalirkan ratusan miliar dolar ke perangkat keras, manufaktur chip memori, dan pembangunan pusat data.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar