Gedung Putih: Iran Terus Berdialog dengan AS Meski Melanggar MOU

WMT2,15%
GAS-5,83%

Juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt menyatakan pada tanggal 16 (waktu setempat) bahwa Iran terus berdialog dengan Amerika Serikat dan telah menyatakan kesediaannya untuk mencapai kesepakatan. Leavitt membuat pernyataan tersebut dalam pengarahan pers ketika ditanya apakah negosiasi AS-Iran sudah buntu, seraya menegaskan bahwa ia baru membahas masalah itu dengan Presiden Donald Trump satu jam sebelum. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah pelanggaran Iran terhadap memorandum of understanding (MOU) yang ditandatangani dengan AS, khususnya serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, yang memicu serangan militer AS terbaru terhadap target-target Iran.

Gedung Putih Memastikan Dialog Berkelanjutan AS-Iran

Leavitt mengatakan kepada para wartawan bahwa "Iran masih berbicara dengan Amerika Serikat dan telah menunjukkan bahwa ia ingin mencapai kesepakatan dengan AS." Ia menekankan bahwa Presiden Trump "selalu terbuka untuk diplomasi dan bersedia mengejarnya," seraya menambahkan bahwa "Iran masih menunjukkan kepada Presiden bahwa ia ingin ada kesepakatan. Kami berbicara dengan Iran."

Juru bicara tersebut menyatakan bahwa "yang perlu dipahami masyarakat Amerika adalah bahwa alasan serangan terjadi pada hari-hari belakangan ini adalah karena Iran melanggar memorandum of understanding (MOU) yang ditandatanganinya dengan Amerika Serikat." Ia menjelaskan bahwa "secara khusus, jika Anda melihat MOU yang ditandatangani Iran, Iran tidak seharusnya menembaki kapal dagang yang melintas melalui Selat Hormuz."

Iran Melanggar MOU dengan Menyerang Kapal Dagang di Selat Hormuz

Leavitt menjelaskan bahwa "Presiden Trump tidak akan tinggal diam dan menyaksikan aksi terorisme yang jelas ini terjadi di Selat Hormuz sambil membiarkan Iran tidak menanggung konsekuensi apa pun." Ia menyatakan, "Yang kami lihat saat ini adalah persis itu."

Juru bicara tersebut menekankan bahwa "selama seluruh proses ini, Presiden telah menunjukkan kepada Iran dan seluruh dunia bahwa kami bisa menyerang Iran kapan saja, di mana saja, dan di tempat apa pun." Ia kembali menegaskan bahwa "Presiden tidak akan membiarkan Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz tanpa membayar harga."

Inflasi AS Turun 0,4% Bulan Lalu, Penurunan Terbesar dalam Enam Tahun Terakhir

Leavitt menilai bahwa inflasi AS sedang stabil. Ia melaporkan bahwa "inflasi bulan lalu turun 0,4% (dibanding bulan sebelumnya), menunjukkan hasil yang lebih baik daripada perkiraan pasar dan mencatat penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari enam tahun."

Ia menjelaskan bahwa "harga turun untuk bensin, tarif listrik, obat bebas, asuransi mobil, layanan medis, dan tarif hotel, sehingga meringankan beban bagi keluarga pekerja Amerika." Leavitt mengakui bahwa "tentu saja, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Itulah sebabnya Presiden Trump terus mempertahankan fokus kuat untuk menurunkan biaya hidup dan menaikkan upah bagi keluarga pekerja di seluruh negeri."

Juru bicara tersebut menyoroti bahwa "baru minggu lalu, Walmart dan Sam's Club mengumumkan bahwa mereka akan menurunkan harga ribuan barang di toko-toko mereka di seluruh negeri." Ia menyatakan bahwa "konsumen dapat mengharapkan penghematan biaya yang berarti untuk bahan makanan, kebutuhan pokok rumah tangga, produk luar ruang, mainan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya."

FAQ

Apa yang dikatakan Caroline Leavitt tentang negosiasi AS-Iran pada tanggal 16?

Caroline Leavitt menyatakan pada tanggal 16 (waktu setempat) bahwa Iran terus berdialog dengan Amerika Serikat dan telah menyatakan kesediaannya untuk mencapai kesepakatan. Ia mengonfirmasi bahwa Presiden Trump membahas masalah itu dengannya satu jam sebelum pengarahan pers dan menekankan bahwa AS tetap terbuka untuk diplomasi.

Mengapa AS melakukan serangan terbaru terhadap Iran?

Menurut Leavitt, serangan terjadi karena Iran melanggar memorandum of understanding (MOU) yang ditandatanganinya dengan Amerika Serikat. Secara khusus, Iran menembaki kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz, yang dilarang oleh MOU tersebut. Presiden Trump merespons dengan serangan militer untuk memastikan Iran membayar harga atas pelanggaran ini.

Seberapa besar inflasi AS turun bulan lalu?

Inflasi AS turun 0,4% bulan lalu dibandingkan bulan sebelumnya, yang digambarkan Leavitt sebagai penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari enam tahun. Harga turun untuk bensin, tarif listrik, obat bebas, asuransi mobil, layanan medis, dan tarif hotel.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar