
Buy order book adalah daftar yang dikelola bursa yang mencatat seluruh order beli terbuka, diurutkan berdasarkan harga.
Order beli yang menunggu dieksekusi diantrekan dari harga tertinggi ke terendah, menampilkan jumlah tersedia di setiap level harga dan total kumulatif saat Anda menelusuri daftar ke bawah. Secara sederhana, ini seperti barisan pembeli yang melakukan penawaran atas suatu aset—pembeli di depan antrean bersedia membayar lebih, dan antrean yang lebih panjang di bagian atas menunjukkan minat beli yang lebih kuat.
Kebanyakan order beli merupakan limit order, yaitu order yang menentukan harga maksimum yang bersedia dibayar pembeli. Sebaliknya, market order tidak menetapkan harga dan akan langsung dieksekusi terhadap order jual yang tersedia, dimulai dari harga terbaik. Buy order book pada dasarnya menampilkan antrean limit buy order.
Buy order book membantu trader menilai kekuatan support, potensi slippage, serta waktu entry yang optimal.
Penumpukan order beli pada level harga tertentu membentuk "buy wall," yang dapat menjadi support jangka pendek ketika harga turun ke level tersebut. Jika order beli jarang pada rentang harga tertentu, pembelian pasar atau penurunan harga tajam lebih berpotensi menyebabkan slippage besar, sehingga eksekusi terjadi di harga yang berbeda dari ekspektasi.
Bagi pemula, membaca buy order book membantu menghindari menempatkan market order besar pada pasangan tidak likuid yang dapat menggerakkan harga secara tidak menguntungkan. Untuk grid trader, swing trader, atau yang membuka posisi derivatif, buy order book membantu menentukan harga maker dan ukuran posisi yang optimal.
Sistem perdagangan mengantre seluruh order beli berdasarkan prioritas harga dan waktu.
Prioritas harga berarti order beli dengan harga lebih tinggi didahulukan; prioritas waktu berarti untuk order pada harga yang sama, order yang lebih dulu masuk ditempatkan di depan. Saat order jual masuk, sistem akan mencocokkannya dengan harga beli tertinggi terlebih dahulu, mengeksekusi transaksi secara berurutan hingga jumlah jual habis atau harga tidak lagi cocok.
Setiap kali terjadi eksekusi sebagian atau penuh, jumlah di level harga tersebut pada buy order book akan berkurang. Jika satu level harga terisi penuh, daftar bergeser ke bawah dan harga berikutnya menjadi bid tertinggi yang baru. Depth chart menggabungkan jumlah ini dalam bentuk kurva untuk memvisualisasikan likuiditas sisi beli secara keseluruhan.
Fitur utama buy order book adalah buy wall, bid-ask spread, dan penyesuaian depth yang dinamis sesuai kondisi pasar.
Pada antarmuka spot trading Gate—misal pada BTC/USDT—bagian hijau di kanan adalah buy order book. Anda akan melihat level seperti "Bid 1," "Bid 2," "Bid 3," masing-masing dengan volumenya; selisih antara bid teratas dan ask terendah disebut spread. Spread yang kecil menandakan aktivitas trading tinggi dan biaya transaksi rendah.
Pada DEX berbasis order book seperti dYdX, antrean order beli juga terlihat, meski pencocokan bisa terjadi off-chain atau dalam model hybrid sebelum penyelesaian akhir on-chain. Kemacetan jaringan atau market maker yang keluar dapat menipiskan order pada level harga tertentu, sehingga meningkatkan risiko slippage jangka pendek.
Pada AMM-based DEXs seperti Uniswap, tidak ada order book tradisional. Sebagai gantinya, liquidity pool menyediakan harga berdasarkan kurva. Di sini, Anda tidak melihat buy order book secara langsung, namun "kedalaman pool" menjadi indikator dukungan sisi beli—fungsinya mirip dengan depth order book.
Mulailah dengan mengidentifikasi zona entry, lalu tentukan tipe order dan ukuran posisi.
Langkah 1: Di Gate, identifikasi area konsentrasi order beli untuk pasangan trading yang Anda incar. Gunakan tampilan "depth" dan cari buy wall atau kenaikan depth kumulatif yang mencolok di harga tertentu—area tersebut cenderung menjadi support jangka pendek.
Langkah 2: Kombinasikan dengan data volume dan volatilitas terbaru. Jika buy wall tebal tidak diiringi volume transaksi, rebound langsung lebih kecil kemungkinannya; jika depth dan volume sama-sama naik, support lebih kuat.
Langkah 3: Tentukan metode order. Untuk pasangan likuid dengan spread sempit, pertimbangkan menempatkan limit order di atas atau di dalam buy wall utama. Untuk pasangan tidak likuid, order limit kecil yang dipecah dapat mengurangi dampak pasar.
Langkah 4: Kendalikan slippage dan ukuran posisi. Tentukan batas slippage maksimum agar terhindar dari eksekusi di harga lebih buruk saat harga bergerak cepat menembus buy wall. Untuk posisi besar, pecah menjadi beberapa order kecil di beberapa level harga agar eksekusi lebih aman.
Langkah 5: Pasang stop-loss dan rencana keluar. Jika buy wall cepat habis tanpa support baru muncul, itu tanda support gagal—aktifkan stop-loss atau batalkan order dan tunggu zona support berikutnya.
Contoh: Pada BTC/USDT di Gate, jika Anda melihat kenaikan depth kumulatif signifikan di sekitar $63.000 dengan spread tipis, Anda dapat menempatkan limit order terpecah di $63.050, $63.020, $62.980, dan menyesuaikan order tersisa secara dinamis saat order terisi.
Dalam setahun terakhir, depth sisi beli dan spread untuk pasangan utama semakin stabil, dengan kecepatan pengisian order yang lebih tinggi di periode volatilitas.
Data Q3 2025 menunjukkan depth gabungan 10 teratas pada order book BTC di bursa utama naik sekitar 15%–25% dibandingkan tahun 2024 (sumber: laporan likuiditas industri seperti Kaiko dan CCData). Ini berarti limit order lebih banyak tersedia bahkan saat pergerakan cepat, sehingga risiko slippage pada market order menurun.
Pada 2025, spread BTC dan ETH biasanya berkisar antara 0,01% hingga 0,03%, sedangkan token mid- dan small-cap memiliki spread lebih lebar di kisaran 0,1% hingga 0,5% (diukur pada jam trading aktif). Ini menunjukkan pada pemula bahwa market order pada altcoin bisa menimbulkan biaya jauh lebih besar dibandingkan pasangan utama.
Tren lain adalah meningkatnya otomatisasi market making. Dalam beberapa bulan terakhir, high-frequency trading dan pembatalan algoritmik semakin cepat—buy wall kini muncul dan hilang lebih cepat, serta “fake depth” sering terjadi saat rilis berita atau pembaruan data. Saat membaca order book, selalu kombinasikan aktivitas trading real time dengan kecepatan pembatalan, jangan hanya terpaku pada ukuran order statis.
Di bursa seperti Gate yang menyediakan data hingga lebih dari 50 level harga (L2 depth), visibilitas lebih dalam memungkinkan penilaian slippage yang lebih akurat. Namun, perhatikan: jika distribusi depth tidak merata, tetap ada “liquidity gap” antar level yang menyebabkan biaya lebih tinggi untuk transaksi besar lintas level.
Buy order book mencerminkan dukungan pembeli dan potensi batas bawah harga; sell order book menunjukkan tekanan penjual dan resistance harga.
Order beli diantrekan dari bid tertinggi ke terendah—berguna untuk menilai support saat harga turun. Order jual diantrekan dari ask terendah ke tertinggi—berguna untuk menemukan resistance saat harga naik. Selisih antara keduanya disebut spread dan memengaruhi biaya trading langsung Anda.
Secara strategis: analisis sisi beli untuk mencari zona support atau akumulasi; analisis sisi jual untuk area resistance atau titik ambil untung. Menggabungkan kedua sisi dengan data transaksi real time memberi gambaran lebih komprehensif untuk menilai nilai entry dan exit.
Fokus pada tiga metrik utama: level harga (distribusi bid), ukuran order (individu atau kumulatif), dan depth (jarak dari harga saat ini). Ini membantu menilai kekuatan beli—konsentrasi order besar di level tertentu biasanya menandakan support kuat dan potensi batas bawah harga. Bandingkan dengan data sisi jual untuk membaca sentimen pasar secara lebih akurat.
Lonjakan order beli besar sering kali menandakan investor institusi atau trader besar masuk di harga tertentu—bisa menjadi sinyal sentimen bullish atau akumulasi di harga bawah. Namun, waspadai spoofing (order palsu)—beberapa whale menempatkan lalu segera membatalkan order besar untuk menyesatkan pihak lain. Selalu kombinasikan analisis order book dengan data volume, grafik candlestick, dan berita agar tidak tertipu oleh ukuran palsu.
Cari zona harga dengan konsentrasi order beli—ini adalah level support yang dikenal luas. Menempatkan limit buy sedikit di bawah cluster ini meningkatkan peluang terisi di harga lebih baik. Jangan terlalu lama menunggu harga terendah mutlak—order book diperbarui secara real time dan menunggu terlalu lama bisa membuat Anda kehilangan momentum naik. Tetapkan stop-loss/take-profit di awal untuk manajemen risiko.
Likuiditas sangat bervariasi antar platform tergantung jumlah trader aktif. Sebagai bursa terkemuka, likuiditas Gate biasanya lebih dalam dan padat—sehingga transaksi besar kurang rentan terhadap slippage. Platform dengan likuiditas tinggi menawarkan biaya lebih rendah dan harga lebih stabil, sangat menguntungkan trader besar; lakukan transaksi utama di bursa papan atas seperti Gate.
Ini biasanya menandakan perubahan sentimen mendadak—bisa dipicu berita negatif, breakdown teknikal, atau penjual besar melepas posisi di zona demand. Dalam situasi seperti itu, order beli cepat terisi atau dibatalkan dan support runtuh. Order book kehilangan nilai prediktif saat emosi pasar mendominasi; waspadai rebound jangka pendek setelah breakdown seperti itu—tunggu stabilisasi sebelum menyesuaikan strategi berdasarkan aliran order baru.


