Menurut BlockBeats, pada 27 Juni, Apple mengumumkan kenaikan harga untuk model MacBook dan iPad akibat lonjakan biaya chip memori, yang menyebabkan nilai pasarnya turun sekitar 265 miliar dolar AS. Langkah ini diambil setelah Micron melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, dengan sahamnya naik 13%, sementara CEO Micron Sumit Sadana menyebutkan bahwa Apple telah memanfaatkan kekuatan negosiasi untuk memangkas harga selama penurunan industri sebelumnya, melemahkan kemampuan pemasok untuk berinvestasi dalam kapasitas.
Analisis pasar menunjukkan konflik ini dapat membentuk ulang strategi rantai pasokan Apple. Apple dilaporkan mencari alternatif dari China, termasuk Changxin Storage, untuk melakukan diversifikasi dari pemasok yang ada dan mengamankan kapasitas DRAM serta NAND yang memadai di tengah meningkatnya persaingan dari Huawei.