Circle dan Kakao Group Menandatangani MoU untuk Pembayaran Berbasis Blockchain di Korea Selatan

CRCL-6,21%
USDC0,01%
Kakao4,64%
Key Takeaways
  • Circle dan Kakao Group menandatangani nota kesepahaman untuk meneliti sistem pembayaran berbasis blockchain dan pengembangan stablecoin berbasis won Korea.
  • Kemitraan ini menggabungkan infrastruktur stablecoin USDC milik Circle dengan platform konsumen Kakao Group, termasuk KakaoTalk, Kakao Pay, dan KakaoBank.
  • Proyek ini bergantung pada kerangka kerja regulasi aset digital Korea Selatan yang terus berkembang, tanpa kesepakatan komersial yang mengikat atau tenggat waktu implementasi yang dikonfirmasi.

Circle, penerbit stablecoin USDC, telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kakao Group dari Korea Selatan untuk mengeksplor sistem pembayaran berbasis blockchain, teknologi aset digital, serta potensi pengembangan stablecoin yang didukung won Korea. Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur blockchain global Circle dengan ekosistem digital Kakao Group, yang mencakup Kakao Corp., Kakao Pay Corp., dan KakaoBank Corp. Kemitraan ini bertujuan menelaah bagaimana teknologi blockchain dapat mendukung pembayaran digital, layanan keuangan tokenized, dan transaksi lintas negara di salah satu pasar kripto ritel terbesar di Asia, meski belum ada produk komersial spesifik atau jadwal implementasi yang diumumkan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua organisasi akan menilai model bisnis yang menggabungkan platform konsumen dan layanan keuangan Kakao Group dengan teknologi blockchain Circle serta infrastruktur pembayaran internasional. Pembahasan mereka akan berfokus pada peningkatan efisiensi pembayaran, penyelesaian (settlement) merchant, pengiriman uang lintas negara (remittances), serta interoperabilitas antara jaringan blockchain dan sistem keuangan tradisional.

Kakao Group berencana memanfaatkan jangkauan luas KakaoTalk, salah satu platform pesan instan yang paling banyak digunakan di Korea Selatan, bersama ekosistem pembayaran Kakao Pay serta layanan perbankan digital KakaoBank. Perusahaan-perusahaan tersebut juga mempertimbangkan pengembangan infrastruktur bersama yang dapat memungkinkan bisnis domestik membangun layanan keuangan berbasis blockchain menggunakan standar teknologi yang sama.

Kerangka Regulasi Aset Digital Korea Selatan Sedang Ditinjau

Nota kesepahaman ini menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama, tetapi bukan perjanjian komersial yang mengikat. Kedua perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang meninjau peluang potensial, bukan berkomitmen pada peluncuran produk segera. Struktur stablecoin won Korea mana pun di masa depan, termasuk mekanisme penerbitan dan tenggat operasional, belum ditentukan.

Kemajuan proyek akan bergantung pada kerangka regulasi aset digital Korea Selatan yang terus berkembang. Pembuat kebijakan saat ini sedang meninjau legislasi, termasuk Rancangan Undang-Undang Dasar Aset Digital, bersama aturan yang akan menentukan entitas mana yang boleh menerbitkan dan mengelola stablecoin denominasi won.

Chief Commercial Officer Circle, Kash Razzaghi, menyatakan bahwa Korea Selatan telah berkembang menjadi salah satu pasar digital terkemuka dunia dengan fondasi kuat untuk inovasi keuangan. Ia mengatakan Circle berencana mengejar peluang yang selaras dengan kebutuhan regulasi negara tersebut sambil menggabungkan infrastruktur blockchain globalnya dengan platform luas Kakao Group dan ekosistem keuangan.

Chief Executive Officer Kakao Pay Shin Won-keun, yang juga memimpin gugus tugas stablecoin gabungan Kakao Group, menyatakan bahwa membangun daya saing dalam aset digital membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknologi. Ia menjelaskan bahwa Kakao Group berencana bekerja sama secara dekat dengan Circle untuk menyiapkan pengembangan ekosistem aset digital bergaya Korea dengan memanfaatkan pengalamannya di platform digital, layanan pembayaran, dan teknologi keuangan.

Circle dan Kakao Group Menilai Solusi Pembayaran Lintas Negara

Kedua perusahaan akan menilai solusi blockchain untuk pembayaran lintas negara, penyelesaian merchant, serta interoperabilitas antara jaringan aset digital dan sistem keuangan tradisional. Kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya minat di kalangan perusahaan teknologi keuangan untuk mengintegrasikan stablecoin ke infrastruktur pembayaran arus utama. Stablecoin semakin menonjol sebagai cara untuk memfasilitasi transaksi yang lebih cepat dan lebih efisien sekaligus mengurangi volatilitas yang biasanya terkait dengan mata uang kripto.

Bagi Circle, kemitraan ini memperluas kehadirannya di Korea Selatan setelah kolaborasi sebelumnya di sektor aset digital negara tersebut. Perusahaan terus mempromosikan USDC dan infrastruktur blockchain terkait sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan adopsi solusi pembayaran stablecoin yang teregulasi di pasar internasional.

Korea Selatan tetap menjadi salah satu pasar mata uang kripto paling aktif di dunia, dengan partisipasi ritel yang kuat dan minat institusional yang terus bertumbuh terhadap layanan keuangan berbasis blockchain. Namun, ketidakpastian regulasi telah memperlambat komersialisasi sebagian inisiatif aset digital, khususnya yang melibatkan stablecoin yang didukung fiat.

FAQ

Apa yang disepakati Circle dan Kakao Group untuk dieksplorasi dalam nota kesepahaman mereka?

Circle dan Kakao Group menandatangani nota kesepahaman untuk mengeksplor sistem pembayaran berbasis blockchain, teknologi aset digital, serta potensi pengembangan stablecoin yang didukung won Korea. Kolaborasi ini akan menilai model bisnis yang menggabungkan platform konsumen dan layanan keuangan Kakao Group dengan teknologi blockchain Circle serta infrastruktur pembayaran internasional, dengan fokus pada efisiensi pembayaran, penyelesaian merchant, pengiriman uang lintas negara, serta interoperabilitas antara jaringan blockchain dan sistem keuangan tradisional.

Faktor regulasi apa yang memengaruhi proyek stablecoin Circle-Kakao di Korea Selatan?

Kemajuan proyek bergantung pada kerangka regulasi aset digital Korea Selatan yang terus berkembang. Pembuat kebijakan saat ini sedang meninjau legislasi, termasuk Rancangan Undang-Undang Dasar Aset Digital, bersama aturan yang akan menentukan entitas mana yang boleh menerbitkan dan mengelola stablecoin denominasi won. Nota kesepahaman ini bukan perjanjian komersial yang mengikat, dan struktur stablecoin won Korea mana pun di masa depan, termasuk mekanisme penerbitan dan tenggat operasional, belum ditentukan.

Entitas Kakao Group mana saja yang terlibat dalam kemitraan Circle?

Kolaborasi ini melibatkan Kakao Corp., Kakao Pay Corp., dan KakaoBank Corp. Kakao Group berencana memanfaatkan KakaoTalk, salah satu platform pesan instan yang paling banyak digunakan di Korea Selatan, bersama ekosistem pembayaran Kakao Pay dan layanan perbankan digital KakaoBank. Shin Won-keun, Chief Executive Officer Kakao Pay, memimpin gugus tugas stablecoin gabungan Kakao Group untuk inisiatif ini.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar