Gene Munster Meningkatkan Probabilitas Merger SpaceX–Tesla hingga 90% Setelah Rapat Dengar Pendapat tentang Laporan Keuangan

SPCX-6,63%
TSLA-1,27%
Key Takeaways
  • Gene Munster menaikkan probabilitas merger SpaceX-Tesla menjadi 90% setelah panggilan hasil pendapatan Tesla pada 22.
  • SpaceX saat ini menggunakan sistem penyimpanan energi baterai milik Tesla untuk menenagai pusat data AI mereka.
  • Elon Musk menyatakan bahwa pembahasan merger harus dilakukan melalui prosedur yang tepat, bukan melalui panggilan hasil pendapatan.

Gene Munster, managing partner di Deepwater Asset Management, meningkatkan penilaiannya tentang potensi merger SpaceX-Tesla menjadi probabilitas 90% setelah panggilan laporan laba kuartal kedua Tesla pada tanggal 22 (waktu setempat). Munster menyatakan di X bahwa ia menaikkan perkiraannya dari 80% setelah Elon Musk, CEO dari kedua perusahaan, menekankan sinergi operasional selama konferensi panggilan tersebut. Kedua perusahaan saat ini berkolaborasi dalam infrastruktur artificial intelligence: SpaceX menggunakan sistem penyimpanan energi baterai milik Tesla untuk memberi daya pada pusat data AI, sementara Tesla mengintegrasikan asisten AI Grok milik SpaceX ke dalam kendaraannya.

Munster Meningkatkan Probabilitas Merger Menjadi 90%

Menurut Investing.com pada tanggal 22 (waktu setempat), Munster memposting di X setelah pengumuman laba Q2 Tesla: “Sebelum konferensi panggilan, saya pikir probabilitas merger SpaceX-Tesla sekitar 80%, tetapi sekarang saya menaikkan prospek itu menjadi 90%.” Ia mengatakan terkejut bahwa merger dengan SpaceX “dibahas secara serius” selama presentasi laba Q2 Tesla, seraya mencatat Musk menekankan sinergi antara kedua perusahaan.

Musk Menjawab Pertanyaan Merger Saat Laporan Laba Tesla

Selama konferensi panggilan setelah rilis laba Tesla, Musk menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan merger di antara kedua perusahaan. “Melihat kolaborasi luas SpaceX di berbagai area, khususnya terkait Terafab, tumpang tindih bisnis antara kedua perusahaan semakin meningkat,” kata Musk. Ia menambahkan: “Untuk memperjelas, kami tidak dapat membahas hal-hal seperti merger perusahaan dalam panggilan konferensi laporan laba. Isu seperti itu harus melalui prosedur yang tepat.”

SpaceX dan Tesla Memperluas Kolaborasi Bisnis

Spekulasi pasar tentang merger antara kedua perusahaan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah IPO SpaceX yang sukses pada Juni. Kedua perusahaan saat ini mempertahankan kemitraan bisnis, dengan SpaceX menggunakan sistem penyimpanan energi baterai (ESS) milik Tesla untuk memberi daya pada pusat data artificial intelligence. Tesla juga telah mengintegrasikan asisten AI Grok milik SpaceX ke dalam kendaraannya dan telah menjual beberapa kendaraan ke perusahaan roket tersebut serta ke pelanggan AI tersebut. Terafab menjadi contoh paling konkret kolaborasi SpaceX-Tesla, dengan kedua perusahaan mendukung bisnis manufaktur semikonduktor yang tengah dikembangkan Musk.

Tesla Melaporkan Laba Bersih Q2 Sebesar $1,114 Miliar

Laba bersih kuartal kedua Tesla berdasarkan GAAP mencapai $1,114 miliar, turun 5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini jauh di bawah estimasi pasar sebesar $1,3 miliar. Meski pendapatan dan penjualan kendaraan menunjukkan kinerja yang solid, hasil terdampak oleh penurunan harga untuk kendaraan Model 3 dan Model Y serta meningkatnya biaya operasi. Arus kas bebas berbalik negatif menjadi $1,09 miliar karena investasi meningkat pada layanan tumpangan otonom robotaxi dan infrastruktur artificial intelligence.

FAQ

Probabilitas berapa yang diberikan Gene Munster untuk merger SpaceX-Tesla setelah panggilan laporan laba?
Gene Munster menaikkan penilaiannya menjadi probabilitas 90% setelah panggilan laporan laba Q2 Tesla pada tanggal 22 (waktu setempat), naik dari perkiraan sebelumnya 80%. Ia menyatakan di X bahwa ia menaikkan prospeknya setelah Elon Musk menekankan sinergi antara kedua perusahaan selama konferensi panggilan.

Bagaimana SpaceX dan Tesla saat ini berkolaborasi?
SpaceX menggunakan sistem penyimpanan energi baterai milik Tesla untuk memberi daya pada pusat data AI-nya, sementara Tesla telah mengintegrasikan asisten AI Grok milik SpaceX ke dalam kendaraannya. Kedua perusahaan juga mendukung proyek manufaktur semikonduktor Terafab, dan Tesla telah menjual kendaraan ke SpaceX.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar