Goldman Sachs Asset Management memproyeksikan bahwa saham pasar negara berkembang akan terus mempertahankan momentum kenaikan, didorong oleh pertumbuhan laba yang solid dan ekspansi struktural dalam industri kecerdasan buatan (artificial intelligence). Catherine Bodlmeier, co-head portofolio ekuitas fundamental untuk kawasan Amerika di Goldman Sachs Asset Management, menyampaikan penilaiannya dalam podcast pada “20일 (waktu setempat)”, dengan menekankan perbaikan pendapatan perusahaan sebagai pendorong utama penguatan ekuitas pasar negara berkembang belakangan ini. Proyeksi tersebut didasarkan pada pengamatan bahwa penguatan ekuitas pasar negara berkembang bertumpu pada perbaikan profit perusahaan, bukan sekadar penyesuaian valuasi, sehingga mengisyaratkan potensi apresiasi lebih lanjut.
Pasar Negara Berkembang Proyeksikan Pertumbuhan Laba 55% untuk 2026
Ekuitas pasar negara berkembang diproyeksikan mencapai tingkat pertumbuhan laba sekitar 55% pada 2026, lebih dari dua kali tingkat pertumbuhan laba perusahaan Standard & Poor's 500, menurut Goldman Sachs Asset Management. Bodlmeier menyatakan bahwa “saham pasar negara berkembang masih diperdagangkan pada level yang didiskon lebih dari 40% dibandingkan Amerika Serikat.” Ia menambahkan bahwa ketika para investor mulai menyadari kesenjangan valuasi ini, sekitar $50 miliar mengalir ke pasar negara berkembang tahun ini, yang merupakan arus masuk terbesar dalam 20 tahun terakhir.
Pasar Negara Berkembang Menguasai 80% Ekspor Perangkat Keras AI
Pertumbuhan industri artificial intelligence menjadi pendorong tambahan bagi apresiasi ekuitas pasar negara berkembang. Bodlmeier menekankan bahwa “poin pentingnya adalah negara-negara berkembang menempati posisi dominan dalam ekosistem AI,” sambil menambahkan bahwa “mereka bertanggung jawab atas sekitar 80% ekspor perangkat keras AI.” Ia menyatakan bahwa “seiring investasi terkait AI terus berkembang, berbagai negara dan perusahaan dapat memperoleh manfaat yang lebih luas,” seraya mencatat bahwa “khususnya perusahaan dan negara yang terkait dengan bagian rantai pasokan yang mengalami bottleneck dapat menjadi target.”
Saham Pasar Negara Berkembang Diperdagangkan Diskon 40% Meski Arus Masuk $50 Miliar
Bodlmeier menilai bahwa “dengan mempertimbangkan eksposur terhadap AI, valuasi yang menarik, dan laba yang kuat, pasar negara berkembang dapat terus naik tahun depan juga.” Kombinasi diskon valuasi 40%+ relatif terhadap ekuitas AS dan arus masuk sekitar $50 miliar tahun ini—terbesar dalam 20 tahun—menegaskan bahwa para investor mengakui narasi peningkatan laba dalam saham pasar negara berkembang.
FAQ
Berapa tingkat pertumbuhan laba yang diproyeksikan Goldman Sachs untuk pasar negara berkembang pada 2026?
Goldman Sachs Asset Management memproyeksikan bahwa ekuitas pasar negara berkembang akan mencapai tingkat pertumbuhan laba sekitar 55% pada 2026, lebih dari dua kali tingkat pertumbuhan laba yang diharapkan untuk perusahaan S&P 500.
Berapa persentase ekspor perangkat keras AI yang dikendalikan pasar negara berkembang?
Menurut Catherine Bodlmeier dari Goldman Sachs Asset Management, negara-negara berkembang bertanggung jawab atas sekitar 80% ekspor perangkat keras AI dan menempati posisi dominan dalam ekosistem AI.
Seberapa besar modal yang mengalir ke pasar negara berkembang tahun ini?
Sekitar $50 miliar mengalir ke pasar negara berkembang tahun ini, yang merupakan arus masuk terbesar dalam 20 tahun terakhir, ketika para investor menyadari kesenjangan valuasi antara saham pasar negara berkembang dan ekuitas AS.