Jepang Kemungkinan Mengalihkan Fokus Kebijakan dari Mendukung Yen ke Mengendalikan Imbal Hasil Utang, Kata Deutsche Bank

Menurut Deutsche Bank, prioritas kebijakan Jepang mungkin perlu bergeser dari mendukung yen ke mengendalikan imbal hasil obligasi pemerintah untuk mendukung tujuan pertumbuhannya. Perdana Menteri Jepang Sanae Takeda meluncurkan strategi pertumbuhan senilai 2,3 triliun dolar AS bulan lalu, yang menandai apa yang dideskripsikan bank tersebut sebagai titik balik penting bagi kebijakan fiskal dan industri Jepang. Strategi Deutsche Bank yang disusun Malika Sahdev menyatakan bahwa Jepang perlu “memberikan ruang untuk peningkatan belanja sambil menjaga keberlanjutan fiskal.” Untuk membiayai belanja yang diperluas, pemerintah berencana memobilisasi tabungan domestik dan mendorong investor institusional besar agar mengalokasikan lebih banyak modal ke aset dalam negeri. Secara bersamaan, Jepang harus memastikan pertumbuhan ekonomi nominal melebihi biaya pendanaan—sebuah target yang kemungkinan memerlukan langkah untuk membatasi kenaikan imbal hasil, yang menandakan potensi pergeseran arah kebijakan Jepang.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar