Gil Eun-seon, seorang peneliti di Korea Institute for Industrial Economics & Trade, menyampaikan kekhawatiran tentang teknologi Full Self-Driving (FSD) Tesla yang mengancam daya saing otomotif Korea dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Federation of Korean Industries pada tanggal 7. Gil memperingatkan bahwa sektor kendaraan otonom akan menghadapi guncangan kompetitif pertama, dengan menyatakan bahwa Tesla menjadi perhatian utama. Seminar bertajuk 'AI and Jobs Coexistence: Structural Changes in Labor Market and Response Strategies' diadakan di FKI Tower Conference Center dan membahas bagaimana teknologi AI dapat menggantikan tenaga kerja di Korea dalam waktu tiga tahun.
Gil Peringatkan FSD Tesla Dapat Melemahkan Daya Saing Otomotif Korea
Gil menyatakan bahwa Tesla saat ini menawarkan FSD pada kendaraan dengan harga di atas 200 juta won. Peneliti tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika Tesla menambahkan FSD ke produk buatan China, sedan dan SUV kelas atas termasuk Model 3 dan Model Y akan tersedia dengan fitur tersebut. Gil mempertanyakan bagaimana industri otomotif Korea bisa bersaing ketika mobil domestik tidak memiliki kemampuan mengemudi otonom sementara kendaraan Tesla memilikinya.
Pengenalan FSD Diprediksi Memicu Konflik Tenaga Kerja di Industri Taksi
Gil memperkirakan bahwa pengenalan FSD akan menyebabkan konflik serius antara manajemen dan tenaga kerja di industri taksi. Peneliti tersebut mencatat bahwa mengidentifikasi pihak lawan dalam konflik semacam itu akan sulit ditentukan. Gil menekankan bahwa mengemudi otonom merupakan risiko teknologi yang dapat menggantikan tenaga kerja dan menyebabkan konflik di Korea dalam waktu tiga tahun, dengan menggambarkannya sebagai berada pada tahap komersialisasi, bukan tahap uji coba, dan memerlukan persiapan strategis yang mendesak.
Tanya Jawab
Apa yang dikatakan Gil Eun-seon tentang FSD Tesla dalam seminar pada tanggal 7?
Gil Eun-seon menyatakan bahwa Tesla menjadi perhatian utama untuk guncangan kompetitif di sektor kendaraan otonom. Peneliti tersebut mencatat bahwa Tesla saat ini menawarkan FSD pada kendaraan di atas 200 juta won dan memperingatkan bahwa jika FSD tersedia pada model Tesla buatan China seperti Model 3 dan Model Y, produsen mobil Korea akan menghadapi kerugian kompetitif yang signifikan karena kendaraan domestik tidak memiliki fitur mengemudi otonom yang sebanding.
Mengapa mengemudi otonom dianggap sebagai risiko penggantian tenaga kerja di Korea?
Gil menekankan bahwa teknologi mengemudi otonom dapat menggantikan tenaga kerja di Korea dalam waktu tiga tahun, terutama menyebabkan konflik serius antara manajemen dan tenaga kerja di industri taksi. Peneliti tersebut menggambarkan mengemudi otonom sebagai berada pada tahap komersialisasi, bukan tahap uji coba, yang memerlukan persiapan strategis yang mendesak untuk mengatasi tantangan kompetitif dan pasar tenaga kerja yang dihadirkannya.