Indeks KOSPI mengalami volatilitas intraday yang ekstrem pada tanggal 14, anjlok 5,26% sebelum memantul 2,54% dan menutup dengan kenaikan 0,73% di 6.856,83. Selisih high-low intraday mencapai 531,06 poin. Goldman Sachs mengaitkan volatilitas tersebut dengan likuidasi paksa (forced deleveraging) ETF berleveraged berbasis satu saham, sementara analis domestik menyebut kekhawatiran puncak (peak-out) semikonduktor dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai pendorong tambahan. Konsentrasi pasar yang berat pada saham semikonduktor dan produk berleveraged telah memperbesar fluktuasi, dengan indeks volatilitas VKOSPI ditutup pada 83,97—jauh di atas ambang 50 yang biasanya terkait dengan ketakutan ekstrem.
KOSPI Mencatat Lonjakan 531 Poin dalam Pergerakan Intraday pada Tanggal 14
KOSPI membuka sesi tanggal 14 dengan penurunan hingga 5,26%, sempat melepas level 6.500, sebelum reli pada sore hari untuk mendekati 6.980. Indeks akhirnya ditutup pada 6.856,83, naik 0,73% dibanding sesi sebelumnya. Institusi dan investor asing secara gabungan mencatat pembelian bersih melebihi 4 triliun won, sementara investor ritel menjual bersih 4 triliun won.
SK Hynix ditutup naik 3,69% setelah berayun antara rugi intraday 9,05% dan kenaikan 4,93%. Samsung Electronics ditutup naik 3,34%, setelah bergerak dari penurunan 2,95% hingga kenaikan 6,09% selama sesi. Indeks KOSDAQ ditutup turun 1,92% di 783,98, dengan pemicu circuit breaker sisi jual di sore hari.
Goldman Sachs menyatakan dalam laporan pada tanggal 14 bahwa percepatan penurunan leverage ETF berleveraged berbasis satu saham memperbesar volatilitas intraday. Yeom Dong-chan, peneliti di Korea Investment & Securities, mencatat bahwa perluasan volatilitas yang baru-baru ini terjadi harus dilihat dalam kaitannya dengan meningkatnya volatilitas di kalangan perusahaan semikonduktor global.
Investor Ritel Menghadapi Likuidasi Paksa Senilai 425,8 Miliar Won
Investor ritel yang meminjam dana untuk berinvestasi menghadapi likuidasi paksa berskala besar. Dari tanggal 1 hingga 10 bulan ini, nilai saham yang terpaksa dijual akibat kegagalan investor membayar kembali dana pinjaman tepat waktu mencapai 425,8 miliar won. Perdagangan margin memungkinkan investor meminjam uang dari perusahaan sekuritas selama tiga hari perdagangan ketika dana penyelesaian tidak mencukupi. Jika kekurangan tidak ditutup dalam periode yang ditentukan, perusahaan sekuritas akan menjual paksa saham tersebut pada harga yang lebih rendah daripada tarif pasar pada hari perdagangan berikutnya.
Muncul kekhawatiran bahwa lonjakan mendadak volume likuidasi paksa ke pasar pada saat volatilitas ekstrem dapat semakin menekan harga saham.
Goldman Sachs Menetapkan 6.800 sebagai Garis Support Utama
Goldman Sachs menetapkan level 6.800 sebagai garis support teknikal terpenting untuk KOSPI dalam laporannya pada tanggal 14. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa jika level 6.800 ditembus, maka level support berikutnya adalah 6.500, dan berpotensi 6.000 hingga 6.100 jika penurunan berlanjut.
Kim Byung-yeon, peneliti di NH Investment & Securities, menyatakan bahwa investor kemungkinan akan mengonfirmasi kinerja perusahaan big tech dan keberlanjutan investasi AI sebelum melanjutkan aktivitas investasi. Kim menambahkan bahwa ketidakpastian diperkirakan mereda dan harga saham diperkirakan akan memantul.
FAQ
Apa yang menyebabkan volatilitas ekstrem KOSPI pada tanggal 14?
Goldman Sachs mengaitkan volatilitas tersebut dengan likuidasi paksa (forced deleveraging) ETF berleveraged berbasis satu saham. Analis domestik juga menyebut kekhawatiran puncak semikonduktor dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai faktor yang berkontribusi. Konsentrasi pasar yang berat pada saham semikonduktor dan produk berleveraged memperbesar fluktuasi.
Berapa besar kerugian investor ritel akibat likuidasi paksa?
Dari tanggal 1 hingga 10 bulan ini, investor ritel menghadapi likuidasi paksa senilai 425,8 miliar won akibat kegagalan membayar kembali dana pinjaman tepat waktu. Perusahaan sekuritas menjual paksa saham pada harga yang lebih rendah daripada tarif pasar ketika investor tidak bisa menutup kekurangan margin dalam periode yang ditentukan.
Level support apa yang diidentifikasi Goldman Sachs untuk KOSPI?
Goldman Sachs menetapkan 6.800 sebagai level support teknikal utama dalam laporannya pada tanggal 14. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa jika level ini ditembus, level support berikutnya adalah 6.500, dan berpotensi 6.000 hingga 6.100 jika penurunan berlanjut.