Omnisient, perusahaan fintech dan analitik data yang didirikan di Afrika Selatan, memenangkan kategori 'Best Technology Provider – Data, Analytics & Infrastructure' di Britain's Credit Awards, program tahunan yang diselenggarakan oleh penerbit industri Credit Strategy. Perusahaan terpilih di antara daftar pendek yang mencakup Experian, perusahaan data kredit FTSE 100 yang mempekerjakan sekitar 23.300 orang di 32 negara, dan SAS, perusahaan perangkat lunak analitik swasta dengan pendapatan tahunan melebihi 3 miliar dolar AS. Omnisient mengembangkan metode yang aman dan sesuai dengan privasi yang memungkinkan pemberi kredit mengakses dan menganalisis data ritel bahan makanan langsung dari pengecer, menggunakan AI bawaan untuk membuat model prediktif yang menentukan profil risiko individu berdasarkan produk yang dibeli dan perilaku belanja tanpa mengekspos detail pribadi konsumen. Teknologi ini mengatasi kesenjangan dalam sistem kredit yang secara tradisional hanya menilai konsumen dengan catatan kredit yang ada, menawarkan indikator kelayakan kredit alternatif bagi individu dengan sedikit atau tanpa riwayat kredit formal melalui analisis perilaku belanja.
Teknologi Penilaian Kredit Data Bahan Makanan yang Sesuai dengan Privasi dari Omnisient
Metode Omnisient memungkinkan pemberi kredit untuk mengakses dan menganalisis data ritel bahan makanan langsung dari pengecer. Pemberi kredit menerapkan AI bawaan untuk mengembangkan model prediktif yang menentukan profil risiko individu berdasarkan produk yang dibeli dan perilaku belanja secara keseluruhan. Data tidak pernah berpindah tangan dan detail pribadi konsumen tidak pernah terekspos selama proses ini.
Analisis dilakukan pada data anonim dalam lingkungan yang aman dan netral. Informasi pribadi tidak pernah dibagikan atau dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk Omnisient sendiri. Menurut perusahaan, perilaku belanja — isi keranjang belanja bahan makanan rumah tangga dari waktu ke waktu — berfungsi sebagai indikator alternatif kelayakan kredit bagi konsumen dengan sedikit atau tanpa riwayat kredit formal.
Data belanja dideskripsikan oleh perusahaan sebagai kaya, universal (hampir semua orang berbelanja bahan makanan secara teratur terlepas dari status keuangan), dan segar, diperbarui setiap beberapa hari atau minggu tergantung pada kebiasaan belanja individu. Jon Jacobson, CEO dan salah satu pendiri Omnisient, menyatakan: "Sebagian besar sistem kredit hanya dapat menilai orang yang sudah memiliki catatan kredit. Kami bertekad untuk menunjukkan bahwa data sehari-hari, yang digunakan dengan perlindungan privasi yang kuat, dapat secara bertanggung jawab memberikan kredit kepada orang-orang yang saat ini tidak dapat dilihat oleh sistem."
Hasil Penerapan di Afrika Selatan dan Peningkatan Akurasi Model Risiko
Teknologi Omnisient telah digunakan untuk menilai lebih dari 8 juta konsumen, di mana 3,2 juta di antaranya kemudian memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit untuk pertama kalinya. Perusahaan melaporkan bahwa pendekatan ini meningkatkan akurasi model risiko pemberi kredit yang berpartisipasi, yang diukur dengan koefisien Gini, sebesar 41%.
Angka-angka ini terkait dengan penerapan di mitra perbankan dan ritel Omnisient dan disediakan oleh perusahaan.
TransUnion Mengakuisisi Saham Minoritas dan Memimpin Bersama Putaran Pendanaan
Pada tahun 2025, TransUnion, salah satu dari tiga biro kredit global terbesar, mengakuisisi saham minoritas di Omnisient dan mendapatkan kursi di dewan direksi. TransUnion kemudian memimpin bersama putaran pendanaan senilai 12,5 juta dolar AS untuk perusahaan tersebut.
Omnisient menyatakan bahwa mereka menggunakan investasi tersebut untuk berekspansi di pasar termasuk Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Brasil.
FAQ
Penghargaan apa yang dimenangkan Omnisient di Britain's Credit Awards?
Omnisient memenangkan kategori 'Best Technology Provider – Data, Analytics & Infrastructure' di Britain's Credit Awards, program tahunan yang diselenggarakan oleh penerbit industri Credit Strategy. Perusahaan terpilih di antara daftar pendek yang mencakup Experian dan SAS.
Bagaimana cara kerja teknologi penilaian kredit data bahan makanan Omnisient?
Teknologi Omnisient memungkinkan pemberi kredit mengakses dan menganalisis data ritel bahan makanan langsung dari pengecer menggunakan AI bawaan untuk mengembangkan model prediktif. Analisis menentukan profil risiko individu berdasarkan produk yang dibeli dan perilaku belanja. Data dianalisis dalam bentuk anonim di lingkungan yang aman, dengan informasi pribadi tidak pernah dibagikan atau dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk Omnisient.
Hasil apa yang telah dicapai Omnisient di Afrika Selatan?
Di Afrika Selatan, teknologi Omnisient telah digunakan untuk menilai lebih dari 8 juta konsumen, di mana 3,2 juta di antaranya kemudian memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit untuk pertama kalinya. Perusahaan melaporkan bahwa pendekatan ini meningkatkan akurasi model risiko pemberi kredit yang berpartisipasi, yang diukur dengan koefisien Gini, sebesar 41%.