Komisi Sekuritas dan Bursa Efek Filipina memperkenalkan Verification of Electronic Records and Information Trust and Authentication System (VERITAS) di bawah Memorandum Circular No. 23, Seri 2026. Platform berbasis blockchain ini memungkinkan perusahaan dan entitas terdaftar untuk menandatangani secara digital serta mengautentikasi dokumen regulasi. SEC meluncurkan VERITAS untuk memodernisasi proses pengajuan, memperkuat keamanan dokumen, serta meningkatkan efisiensi interaksi regulasi melalui verifikasi digital tepercaya. Inisiatif ini sejalan dengan praktik tata kelola digital yang diakui secara internasional dan mengintegrasikan blockchain ke dalam platform Electronic SEC Universal Registration Environment (eSECURE) serta Electronic Submission Authentication Portal (eSAP) milik SEC, mendorong inovasi regulasi sekaligus mendukung pencegahan penipuan dan perlindungan investor.
VERITAS Mengintegrasikan Blockchain dengan Platform eSECURE dan eSAP
VERITAS akan diintegrasikan dengan platform eSECURE dan eSAP milik SEC, menciptakan ekosistem digital yang lebih aman untuk pengajuan perusahaan. SEC menyatakan bahwa VERITAS akan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam platform eSECURE dan eSAP-nya, mendorong tata kelola digital sekaligus mendukung inovasi regulasi, pencegahan penipuan, dan perlindungan investor. Sistem baru ini akan memungkinkan pengguna eSECURE yang memiliki kredensial, termasuk penginkorporasi, direktur, pejabat perusahaan, dan perwakilan sah lainnya, untuk mengeksekusi dokumen secara digital yang diwajibkan oleh SEC. Pengajuan yang memenuhi syarat mencakup anggaran dasar pendirian perusahaan, anggaran dasar perusahaan (bylaws), sertifikat autentikasi, serta dokumen tambahan yang mungkin ditetapkan regulator untuk autentikasi digital di masa depan.
Dokumen Digital Memiliki Validitas Hukum yang Sama dengan Dokumen yang Dilegalisasi Notaris
SEC menjelaskan bahwa dokumen yang ditandatangani dan diautentikasi secara digital melalui VERITAS akan diakui sebagai telah dijalankan dengan semestinya dan autentik untuk transaksi yang melibatkan komisi. Sesuai dengan Electronic Commerce Act, dokumen yang diautentikasi secara elektronik ini memiliki validitas hukum dan daya paksa yang sama seperti dokumen yang ditandatangani dan dilegalisasi notaris secara tradisional, kecuali dalam situasi ketika hukum yang berlaku secara spesifik mengharuskan legalisasi notaris atau bentuk autentikasi lain yang ditentukan. Walaupun dokumen yang diautentikasi secara digital akan menjadi catatan resmi untuk transaksi SEC, regulator menegaskan bahwa peraturan yang ada mungkin masih mengharuskan pengajuan salinan fisik dalam kondisi tertentu. Peralihan ke dokumentasi yang sepenuhnya digital akan terus berjalan bersamaan dengan persyaratan kepatuhan saat ini yang relevan.
Ledger Blockchain Mencatat Semua Peristiwa Autentikasi
VERITAS mencatat setiap peristiwa penandatanganan dokumen pada ledger blockchain dan mewajibkan pengguna menyelesaikan proses kredensial eSECURE sebelum memperoleh sertifikat penandatanganan digital yang dihasilkan secara eksklusif di dalam platform. Dengan mempertahankan catatan berbasis blockchain atas aktivitas autentikasi, sistem ini ditujukan untuk menciptakan jejak audit yang transparan dan tahan terhadap manipulasi untuk pengajuan regulasi. Surat edaran tersebut menekankan tanggung jawab pengguna dalam melindungi sertifikat penandatanganan digital dan kunci kriptografi privat mereka. SEC memperingatkan bahwa akses ke eSECURE dapat ditangguhkan bagi individu yang terbukti menyalahgunakan kredensial digital, memanipulasi catatan blockchain, atau mengirimkan dokumen palsu.
Platform Awalnya Opsional Tanpa Biaya Layanan
SEC menjelaskan bahwa penggunaan VERITAS pada tahap awal akan tetap bersifat opsional. Organisasi yang lebih memilih proses autentikasi yang ada dapat terus menggunakan sistem verifikasi berbasis Philippine National Public Key Infrastructure (PNPKI) melalui eSAP. Namun, regulator mengindikasikan bahwa pihaknya dapat mewajibkan VERITAS untuk pengajuan tertentu atau kategori entitas terdaftar di masa depan melalui penerbitan terpisah setelah konsultasi publik. SEC mengumumkan bahwa VERITAS pada awalnya akan ditawarkan tanpa biaya, sambil menyisakan kewenangan untuk memperkenalkan biaya layanan yang wajar di masa depan guna mendukung infrastruktur jaringan dan pemeliharaan aplikasi jika diperlukan.
FAQ
Apa itu VERITAS dan apa yang dilakukannya?
VERITAS adalah Verification of Electronic Records and Information Trust and Authentication System yang diperkenalkan oleh SEC Filipina di bawah Memorandum Circular No. 23, Seri 2026. Platform berbasis blockchain memungkinkan perusahaan dan entitas terdaftar untuk menandatangani dan mengautentikasi dokumen regulasi secara digital, termasuk anggaran dasar pendirian perusahaan, anggaran dasar perusahaan (bylaws), serta sertifikat autentikasi.
Apakah dokumen yang ditandatangani secara digital melalui VERITAS memiliki validitas hukum yang sama dengan dokumen yang dilegalisasi notaris?
Ya. Menurut SEC, dokumen yang ditandatangani dan diautentikasi melalui VERITAS memiliki validitas hukum dan daya paksa yang sama seperti dokumen yang ditandatangani dan dilegalisasi notaris secara tradisional berdasarkan Electronic Commerce Act, kecuali dalam situasi ketika hukum yang berlaku secara spesifik mengharuskan legalisasi notaris atau bentuk autentikasi lain yang ditentukan.
Apakah penggunaan VERITAS wajib untuk semua pengajuan SEC?
Tidak. SEC menegaskan bahwa penggunaan VERITAS pada tahap awal akan tetap bersifat opsional. Organisasi dapat terus menggunakan sistem verifikasi berbasis Philippine National Public Key Infrastructure (PNPKI) melalui eSAP. Namun, regulator mengindikasikan bahwa pihaknya dapat mewajibkan VERITAS untuk pengajuan tertentu atau kategori entitas terdaftar di masa depan melalui penerbitan terpisah setelah konsultasi publik.