Penerbitan Obligasi SK Group Turun 50% saat Produsen Chip Korea Beralih ke Ekuitas

SK-4,76%
SK Hynix-11,52%

Penerbitan obligasi korporasi SK Group turun menjadi 2,747 triliun won pada paruh pertama, turun lebih dari setengah dibanding 7,457 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Yonhap Infomax “Tren Penerbitan Perusahaan Grup”. Penurunan tersebut mencerminkan pergeseran strategis perusahaan semikonduktor Korea Selatan, dipimpin oleh SK Hynix, ke arah pendanaan ekuitas dan arus kas bebas (FCF) ketimbang pembiayaan utang untuk investasi belanja modal skala besar (CAPEX). Pendekatan ini berbeda dengan perusahaan cloud hyperscaler AS yang sangat bergantung pada pasar obligasi korporasi, sehingga membatasi tekanan pasokan utang di pasar kredit Korea Selatan meski ekspansi belanja investasi sektor semikonduktor diperkirakan meningkat.

Penerbitan Obligasi SK Group Turun Lebih dari 50% di Paruh Pertama

SK Group menerbitkan 2,747 triliun won dalam obligasi korporasi selama paruh pertama, turun dari 7,457 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Yonhap Infomax. Meski ada ekspektasi investasi CAPEX skala besar oleh perusahaan semikonduktor termasuk SK Hynix, kekhawatiran akan peningkatan pasokan obligasi tetap terbatas. Kim Sang-in dan Cha Joo-hee, analis di Shinhan Investment Securities, menyatakan dalam laporan bahwa “perusahaan Korea, berbeda dengan perusahaan Big Tech AS, kemungkinan akan mengejar investasi menggunakan modal yang bersumber dari penciptaan FCF,” serta menambahkan bahwa “dampak negatif investasi skala besar terhadap pasokan obligasi korporasi diperkirakan terbatas, karena SK Group baru-baru ini menurunkan penerbitan obligasi korporasi.”

Korea Selatan Mengumumkan Strategi Pertumbuhan 3 Mega Projects

Pemerintah Korea Selatan mengumumkan strategi pertumbuhan berjudul “Korea's Great Leap Forward: 3 Mega Projects”, dengan fokus pada pengamanan pendorong pertumbuhan ekonomi yang berpusat pada semikonduktor, artificial intelligence fisik (AI), dan pusat data AI. Strategi ini meningkatkan ekspektasi di pasar kredit. Peningkatan ekspor oleh perusahaan semikonduktor dan efek peningkatan pertumbuhan melalui mega proyek diperkirakan akan memperbaiki fundamental sektor manufaktur secara keseluruhan. Ini berbeda dengan periode-periode sebelumnya ketika perbaikan laju pertumbuhan bertindak negatif terhadap pasar obligasi dan kredit.

Analis Shinhan Investment Securities Memprakirakan Stabilnya Spread Kredit

Kim Sang-in dan Cha Joo-hee dari Shinhan Investment Securities mencatat bahwa “spread kredit saat ini melebar untuk mencerminkan ketidakpastian kebijakan moneter,” dan bahwa “tekanan kelemahan kemungkinan akan berlanjut hingga batas atas suku bunga acuan dikonfirmasi, tetapi pada periode ketika pertumbuhan membaik, spread kredit umumnya stabil atau menyempit, bukan melebar.” Para analis menyatakan bahwa terciptanya lingkungan kredit yang menguntungkan memerlukan perbaikan fundamental sektor manufaktur secara keseluruhan. Mereka menjelaskan bahwa “manufaktur menyumbang lebih dari separuh obligasi korporasi secara umum, dan spread kredit merespons kondisi sektor manufaktur dengan dekat,” serta bahwa “efek limpahan investasi skala besar ini pada industri terkait diperkirakan akan meningkat, disertai langkah-langkah stimulus permintaan domestik seperti pembayaran bonus kinerja.” Para analis menilai bahwa “jika pemulihan manufaktur dan permintaan domestik muncul, spread kredit sangat mungkin akan mencoba beralih ke skenario bullish.” Mereka menambahkan bahwa “siklus pertumbuhan ini akan berdampak positif secara umum pada lingkungan kredit,” sambil merekomendasikan bahwa “respons yang konservatif diperlukan pada paruh kedua, tetapi kami merekomendasikan untuk mencari peluang investasi kredit ketika puncak suku bunga dikonfirmasi.”

FAQ

Mengapa SK Group mengurangi penerbitan obligasi korporasi pada paruh pertama?

SK Group mengurangi penerbitan obligasi korporasi menjadi 2,747 triliun won pada paruh pertama, turun dari 7,457 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut analis Shinhan Investment Securities, perusahaan Korea termasuk SK Group mengejar investasi menggunakan modal ekuitas berbasis penciptaan arus kas bebas (FCF) ketimbang pembiayaan utang, yang membuat penerbitan obligasi berkurang meski ada rencana CAPEX skala besar.

Apa itu 3 Mega Projects Korea Selatan?

“3 Mega Projects” Korea Selatan adalah strategi pertumbuhan yang diumumkan pemerintah untuk mengamankan pendorong pertumbuhan ekonomi yang berpusat pada tiga bidang: semikonduktor, artificial intelligence fisik (AI), dan pusat data AI. Strategi ini bertujuan memperbaiki fundamental sektor manufaktur dan menstimulasi permintaan domestik melalui efek limpahan pada industri terkait.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar