Menurut CEO SK Hynix Kwak Noh-jung pada Jumat, industri memori global akan menghadapi kekurangan pasokan terburuk dalam sejarah pada 2027, dengan perkiraan permintaan pelanggan yang terus melampaui kapasitas pasokan perusahaan hingga 2030 dan seterusnya. Eksekutif tersebut menyebut lonjakan berkelanjutan dalam permintaan memori high-bandwidth memory (HBM) yang didorong kecerdasan buatan, yang mengungguli ekspansi kapasitas produksi.
SK Hynix menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) di Nasdaq pada Jumat, dengan menghimpun $26,5 miliar dengan menjual 179 juta American Depositary Shares pada harga $149 per saham, menjadikannya IPO terbesar kedua di dunia dalam catatan. Saham tersebut dibuka pada $170, naik sekitar 14% dari harga IPO, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap permintaan memori AI jangka panjang.