Otoritas keuangan Korea Selatan menyatakan bahwa pada 12 Juli, pemerintah mendorong pengaktifan pinjaman dengan jaminan dana pensiun untuk mencegah penarikan lebih awal dan meningkatkan pendapatan anuitas seumur hidup bagi para pensiunan. Langkah ini menargetkan pekerja yang membutuhkan uang tunai segera untuk pembelian rumah dan setoran sewa, yang menyumbang 82% dari seluruh penarikan lebih awal.
Penarikan dana pensiun lebih awal mencapai 2,7 triliun won Korea pada 2024, naik 12,1% secara tahunan, dengan pembelian rumah (56,5%) dan pembayaran setoran sewa (25,5%) menjadi alasan utama. Pemerintah mencatat bahwa aset dana pensiun yang terakumulasi telah tumbuh menjadi 501,4 triliun won Korea per akhir 2024, dua kali lipat sejak 2020. Namun, hanya 16,5% pensiunan memilih pembayaran anuitas bulanan, sementara 83,5% memilih penarikan sekaligus, sehingga membatasi keamanan pensiun jangka panjang.