Menurut Cointelegraph, bank sentral Thailand sedang meninjau transaksi stablecoin bernilai tinggi, termasuk USDT, bekerja sama dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk memerangi pencucian uang, pendanaan ilegal, dan arus dana yang mencurigakan. Peninjauan ini menargetkan transaksi tunai bernilai besar serta aktivitas perdagangan valuta asing untuk mengidentifikasi dan mencegah pergerakan dana ilegal. Bursa terbesar Thailand, Bitkub, memproses sekitar 26 juta dolar AS per hari dalam volume perdagangan, dengan hampir 40% berasal dari transaksi valuta asing dan pasangan USDT/THB menjadi yang paling populer.
Dorongan regulasi ini muncul setelah kerugian penipuan yang mencatat rekor sebesar 1,15 triliun baht Thailand (sekitar 34 miliar dolar AS) pada 2025, disertai 173 juta panggilan dan pesan SMS penipuan. Sektor perbankan Thailand membekukan 3 juta akun pada 2025 sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memerangi akun cangkang dan aktivitas mencurigakan.