Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 30-Tahun Bertahan Di Atas 5% Selama 15 Hari, Rentetan Terpanjang Sejak 2007

Key Takeaways
  • Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun tetap di atas 5% selama 15 hari perdagangan berturut-turut hingga 27 Mei, rekor terpanjang sejak 2007.
  • Level imbal hasil Treasury 30 tahun saat ini sebesar 5,1–5,2% mencerminkan kekhawatiran terkait kesehatan fiskal setelah perluasan Undang-Undang “One Big Beautiful Bill Act” versi Trump.
  • Kepala Ekonom DWS menyatakan indikator ekonomi saat ini tidak memberikan alasan untuk mengubah suku bunga kebijakan The Fed pada pertemuan FOMC pekan ini.

Imbal hasil US Treasury 30-tahun bertahan di atas 5% selama 15 hari perdagangan berturut-turut per waktu setempat 27 Mei, menandai rangkaian terpanjang sejak 2007, menurut data suku bunga luar negeri Yonhap Infomax. Kepala Ekonom CCB International, Zhao Cliff, dan Global Strategist Zhang Bella menyatakan bahwa kondisi ketika imbal hasil Treasury 30-tahun bergerak di sekitar 5% kemungkinan akan menjadi jauh lebih umum dibanding masa lalu. Para analis menjelaskan bahwa meskipun imbal hasil Treasury jangka pendek terutama dipengaruhi oleh prospek kebijakan moneter Federal Reserve, imbal hasil Treasury jangka panjang semakin mencerminkan kekhawatiran atas kesehatan fiskal AS, terutama setelah disahkannya UU “One Big Beautiful Bill Act” milik Presiden Donald Trump yang memperluas pemotongan pajak serta belanja pertahanan dan keamanan perbatasan.

CCB International Mengaitkan Kenaikan Imbal Hasil Jangka Panjang dengan Beban Utang Fiskal

Zhao dari CCB International menyatakan bahwa meski kemungkinan krisis fiskal dalam jangka pendek tidak besar, suku bunga tinggi dalam jangka panjang dapat membatasi ruang gerak kebijakan fiskal dan membuat investor meminta premi risiko jangka panjang yang lebih tinggi. Para analis mencatat bahwa beban utang nasional AS telah meningkat setelah disahkannya “One Big Beautiful Bill Act”, sehingga meningkatkan premi risiko untuk menahan Treasury jangka panjang.

BEA Mengutip Risiko Geopolitik Timur Tengah dan Ketidakpastian Tarif

Bosko Wu, Investment Strategist Bank of East Asia (BEA), mendiagnosis bahwa peningkatan belanja pertahanan akibat perang AS-Iran dan ketidakpastian pendapatan tarif memberikan tekanan ke atas pada imbal hasil Treasury jangka panjang. Wu menyatakan bahwa level imbal hasil Treasury 30-tahun saat ini sebesar 5,1–5,2% mendekati ujung atas kisaran perkiraannya, dan potensi kenaikan tambahan akan terbatas kecuali inflasi kembali naik secara signifikan dan The Fed mengambil sikap yang lebih hawkish.

Ekonom DWS Menyatakan Tidak Ada Alasan Perubahan Kebijakan pada FOMC Mendatang

Christian Scherrmann, Kepala Ekonom AS DWS, menyatakan bahwa indikator ekonomi saat ini saja tidak memberikan alasan untuk mengubah suku bunga kebijakan pada pertemuan FOMC berikutnya. Pasar menilai kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan berlangsung pekan ini.

CCB International Menguraikan Implikasi Investasi di Berbagai Kelas Aset

CCB International menilai bahwa daya tarik investasi untuk kas, reksa dana pasar uang (MMF), dan Treasury AS jangka pendek telah meningkat, sementara Treasury jangka panjang menawarkan imbal hasil tinggi tetapi volatilitasnya meningkat. Perusahaan memproyeksikan bahwa di pasar saham, daya tarik relatif perusahaan yang menghasilkan pendapatan dan arus kas yang stabil akan meningkat, sedangkan saham pertumbuhan yang mengandalkan valuasi tinggi dan pinjaman akan menghadapi beban yang lebih berat.

FAQ

Apa yang menyebabkan imbal hasil US Treasury 30-tahun bertahan di atas 5% selama 15 hari berturut-turut?

Analis CCB International menyatakan bahwa imbal hasil Treasury jangka panjang yang semakin mencerminkan kekhawatiran atas kesehatan fiskal AS setelah disahkannya “One Big Beautiful Bill Act” milik Trump, yang memperluas pemotongan pajak serta belanja pertahanan dan keamanan perbatasan. BEA juga mengutip meningkatnya belanja pertahanan akibat perang AS-Iran dan ketidakpastian pendapatan tarif sebagai faktor yang memberikan tekanan ke atas.

Apa yang dikatakan DWS terkait pertemuan FOMC mendatang?

Christian Scherrmann, Kepala Ekonom AS DWS, menyatakan bahwa indikator ekonomi saat ini saja tidak memberikan alasan untuk mengubah suku bunga kebijakan pada pertemuan FOMC berikutnya. Pasar menilai kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan yang dibuka pekan ini.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar