Kementerian Keuangan AS Menetapkan Jepang sebagai Negara Pemantauan Mata Uang, Mendesak Kenaikan Suku Bunga oleh BOJ

Key Takeaways
  • US Treasury menetapkan Jepang sebagai negara pemantauan mata uang pada 23 Juli dan mendesak Bank of Japan untuk terus menaikkan suku bunga.
  • Yen melemah 51% dari akhir-2011 hingga April 2026 dalam ukuran nilai efektif riil dan terhadap dolar, yang menunjukkan adanya undervaluation yang signifikan.
  • US Treasury akan terus melakukan konsultasi yang erat dengan Kementerian Keuangan Jepang terkait isu makroekonomi dan nilai tukar.

Kementerian Keuangan AS menetapkan Jepang sebagai negara pemantauan mata uang pada 23 Juli (waktu setempat) dan merekomendasikan agar Bank of Japan (BOJ) terus menaikkan suku bunga, menurut laporan setengah tahunan kepada Kongres. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa meski faktor global seperti volatilitas pasar keuangan dan harga minyak mungkin telah memengaruhi yen, volatilitas yen yang berlebihan tidak diinginkan. Laporan tersebut mencatat bahwa normalisasi kebijakan moneter akan membantu menstabilkan ekspektasi inflasi dan mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, dengan mengutip bukti bahwa yen terdepresiasi 51% dari akhir 2011 hingga April 2026 dalam ukuran nilai tukar efektif riil dan dalam denominasi dolar.

Kementerian Keuangan Merekomendasikan BOJ Melanjutkan Normalisasi Kebijakan Moneter

Kementerian Keuangan AS menyatakan dalam laporannya berjudul "Macroeconomic and Foreign Exchange Policies of Major Trading Partners" bahwa BOJ telah melakukan normalisasi kebijakan moneter secara bertahap. Kementerian Keuangan mencatat bahwa "normalisasi kebijakan moneter akan membantu menstabilkan ekspektasi inflasi dan mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan." Laporan tersebut menyoroti bahwa "kelemahan yen tetap berlanjut meskipun terjadi penyempitan nyata perbedaan suku bunga AS-Jepang."

Yen Terdepresiasi 51% Dari Akhir 2011 hingga April 2026

Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa yen terdepresiasi 51% dari akhir 2011 hingga April 2026 dalam ukuran nilai tukar efektif riil dan dalam denominasi dolar, yang menghasilkan "undervaluasi yen yang signifikan." Laporan tersebut menggambarkan fluktuasi berlebihan yen sebagai hal yang tidak diinginkan, seraya mencatat bahwa faktor global termasuk volatilitas pasar keuangan dan harga minyak dapat telah memengaruhi yen.

Sepuluh Negara Ditetapkan sebagai Negara Pemantauan Mata Uang

Negara-negara yang ditetapkan sebagai negara pemantauan mata uang dalam laporan ini adalah Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, Jerman, Irlandia, dan Swiss—10 negara yang sama seperti dalam laporan sebelumnya yang dirilis pada Januari. Kementerian Keuangan menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan konsultasi yang dekat dengan Kementerian Keuangan Jepang terkait urusan makroekonomi dan nilai tukar valuta asing, sebagaimana diuraikan dalam pernyataan bersama para Menteri Keuangan AS-Jepang pada September 2025.

FAQ

Kapan Kementerian Keuangan AS menetapkan Jepang sebagai negara pemantauan mata uang?

Kementerian Keuangan AS menetapkan Jepang sebagai negara pemantauan mata uang pada 23 Juli (waktu setempat) dalam laporan setengah tahunan kepada Kongres mengenai kebijakan makroekonomi dan nilai tukar valuta asing dari mitra dagang utama.

Seberapa banyak yen terdepresiasi menurut laporan Kementerian Keuangan?

Menurut laporan Kementerian Keuangan AS, yen terdepresiasi 51% dari akhir 2011 hingga April 2026 dalam ukuran nilai tukar efektif riil dan terhadap dolar, yang digambarkan oleh Kementerian Keuangan sebagai undervaluasi yen yang signifikan.

Negara mana saja yang masuk daftar pemantauan mata uang AS?

10 negara yang ditetapkan sebagai negara pemantauan mata uang adalah Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, Jerman, Irlandia, dan Swiss—daftar yang sama seperti dalam laporan sebelumnya yang dirilis pada Januari.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar