Kepala Kebijakan Coinbase, Faryar Shirzad, pada 11 Juli membela Undang-Undang CLARITY setelah Senator AS Elizabeth Warren memperingatkan pada 8 Juli bahwa legislasi tersebut dapat memungkinkan pengelakan sanksi. Shirzad berargumen di X bahwa ketidakpastian regulasi menciptakan kerentanan dan rancangan undang-undang itu akan memperkuat pengawasan platform aset digital. Perbedaan pendapat bermuara pada apakah rancangan legislasi kripto yang diusulkan meningkatkan atau melemahkan perlindungan keamanan nasional bagi sistem keuangan.
Shirzad mengatakan di X bahwa tidak adanya aturan kripto yang jelas membuat sistem keuangan rentan. Ia menyatakan: "Argumen bahwa CLARITY Act mengompromikan keamanan nasional membuatnya terbalik persis. Saat ini, ketiadaan aturan yang jelas justru yang membuat sistem keuangan kita rentan karena pelaku kejahatan memanfaatkan bayang-bayang ketidakpastian regulasi. RUU ini menyeret mereka ke terang."
Pernyataannya menanggapi unggahan X Senator Warren yang menyatakan: "Sebagaimana dirancang saat ini, CLARITY Act adalah tiket menuju pengelakan sanksi." Kritik Warren menyoroti kekhawatiran bahwa legislasi tersebut dapat melemahkan langkah-langkah pengaman yang dirancang untuk mencegah aktivitas keuangan ilegal.
Shirzad menunjuk pada alat-alat Departemen Keuangan untuk melacak dan memblokir musuh asing yang berupaya mengelakkan sanksi. Ia mengutip peningkatan pendanaan FinCEN yang ditujukan untuk memerangi jaringan kejahatan siber yang didukung negara. Ia mengatakan rancangan undang-undang itu akan memungkinkan platform kripto membekukan transaksi yang mencurigakan ketika penegak hukum meminta tindakan. Shirzad menambahkan: "Ini bukan jalan bebas untuk kripto—ini mandat keamanan nasional yang ketat yang dirancang untuk melindungi sistem keuangan AS."
Senator AS Cynthia Lummis memperingatkan bahwa legislasi itu bisa menjadi kesempatan besar terakhir Kongres untuk meloloskan aturan komprehensif aset digital sebelum 2030. Ia menolak kekhawatiran Warren soal sanksi pada awal bulan ini, dengan berargumen bahwa CLARITY Act memuat 16 langkah pengaman keuangan ilegal yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan.
Lummis mengatakan rancangan undang-undang itu akan memperkuat pengawasan melalui persyaratan kepatuhan dan alat penegakan hukum, menolak klaim bahwa legislasi tersebut akan melemahkan perlindungan terhadap keuangan ilegal. Ia memperingatkan bahwa kegagalan meloloskan legislasi tersebut dapat menunda pembentukan kerangka kerja regulasi AS yang jelas untuk aset digital selama bertahun-tahun.
Kekhawatiran ini berpusat pada ketidakpastian yang berlanjut bagi perusahaan, regulator, dan lembaga penegak hukum, sementara para legislator masih terpecah soal bagaimana rancangan undang-undang itu harus menyeimbangkan pengawasan kripto dengan penegakan sanksi.
Apa yang dikatakan Coinbase tentang CLARITY Act pada 11 Juli?
Kepala Kebijakan Coinbase, Faryar Shirzad, mengatakan bahwa CLARITY Act akan memperkuat pengawasan platform aset digital dengan mewajibkan mereka mengikuti standar keamanan nasional. Ia berargumen bahwa ketidakpastian regulasi menciptakan kerentanan dan rancangan undang-undang itu akan membawa platform kripto di bawah pengawasan pemerintah yang lebih kuat.
Mengapa Senator Warren mengkritik CLARITY Act?
Senator Elizabeth Warren menyatakan pada 8 Juli bahwa "Sebagaimana dirancang saat ini, CLARITY Act adalah tiket menuju pengelakan sanksi." Kritiknya berfokus pada kekhawatiran bahwa legislasi tersebut dapat melemahkan langkah-langkah pengaman yang dirancang untuk mencegah aktivitas keuangan ilegal dan mengompromikan perlindungan keamanan nasional.
Apa posisi Senator Lummis mengenai timeline CLARITY Act?
Senator Cynthia Lummis memperingatkan bahwa legislasi itu bisa menjadi kesempatan besar terakhir Kongres untuk meloloskan aturan komprehensif aset digital sebelum 2030. Ia mengatakan rancangan undang-undang itu mencakup 16 langkah pengaman keuangan ilegal dan memperingatkan bahwa kegagalan meloloskannya dapat menunda kerangka kerja regulasi AS yang jelas untuk aset digital selama bertahun-tahun.
Senator Lummis Menyerukan RUU CLARITY sebagai Kesempatan Terakhir Legislasi Aset Digital Kongres Sebelum 2030
Senat Menyiapkan Pemungutan Suara RUU Klaritas saat Kongres Kembali Pekan Depan
Senator Warren Menentang RUU CLARITY karena Kekhawatiran Pengelakan Sanksi
Senat AS Negosiasi RUU Kejelasan Terpadu karena Dukungan Demokrat Masih Belum Pasti