Pembangun Kapal Korea Mengembangkan Pusat Data Apung untuk Kebutuhan AI

Pembangun kapal Korea Samsung Heavy Industries, HD Hyundai, dan Hanwha Ocean sedang mengembangkan floating data centers (FDC) karena pertumbuhan pasar AI mendorong lonjakan eksponensial kebutuhan pemrosesan data. Samsung Heavy menerima sertifikasi desain untuk FDC 50MW pada April dan menandatangani nota kesepahaman dengan pemilik kapal Yunani, Capital, serta Lloyd's Register pada Juni. Industri galangan kapal memandang FDC sebagai pendorong pertumbuhan generasi berikutnya berkat beban akuisisi lahan yang lebih rendah serta efisiensi pendinginan yang lebih unggul dibanding fasilitas berbasis darat.

Samsung Heavy Industries Maju dalam Pengembangan FDC 50MW

Samsung Heavy Industries menerima sertifikasi kelas untuk pusat data terapung 50MW pada April. Pada Juni, perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan pemilik kapal Yunani, Capital, dan Lloyd's Register yang berbasis di Inggris untuk kerja sama bisnis terkait.

Analis sekuritas memperkirakan operasi komersial FDC rancangan Samsung Heavy akan dimulai pada Q2 2028. Perusahaan menandatangani perjanjian bisnis dengan pengembang pusat data AS, Mousterion (M3), untuk proyek skala besar di Houston, Texas.

Han Young-soo, analis di Samsung Securities, menyatakan bahwa floating data centers saat ini merupakan topik paling populer di pasar. Ia menjelaskan bahwa FDC dapat diterapkan melalui konversi kapal yang sudah ada ketimbang membangun unit baru, dan proyek konversi berpotensi menawarkan pengiriman yang lebih cepat dibanding pembangunan baru.

HD Hyundai Bermitra dengan Schneider Electric untuk Platform Terintegrasi

HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering memperluas bisnis FDC melalui kolaborasi dengan perusahaan global Schneider Electric. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan bersama teknologi infrastruktur pusat data yang dioptimalkan untuk lingkungan lepas pantai.

Perusahaan berencana membangun platform FDC terintegrasi yang menggabungkan pembangkit listrik, pusat data, dan operasi lepas pantai, tidak hanya sekadar membuat struktur. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing penawaran.

Afiliat HD Hyundai, Marine Solution, diperkirakan mengejar bisnis mengonversi kapal yang ada menjadi floating data centers. Perusahaan diperkirakan memanfaatkan daya saing pengiriman yang cepat untuk mengamankan kontrak pasokan formal.

Teknologi FDC Memberi Keunggulan Lahan dan Pendinginan

Floating data centers adalah pusat data lepas pantai yang dibangun oleh tongkang terapung atau struktur khusus di laut. Teknologi ini menggabungkan kapabilitas pembuatan kapal dengan keahlian desain struktur terapung lepas pantai.

FDC menawarkan keunggulan dalam akuisisi lahan dan pendinginan dibanding fasilitas berbasis darat. Berbeda dengan lokasi di darat, FDC mengurangi beban terkait biaya pembelian lahan, perizinan, serta keluhan kebisingan dan gelombang elektromagnetik. Akuisisi lokasi berskala besar relatif lebih mudah.

Air laut di sekitarnya dapat langsung dimanfaatkan sebagai air pendingin, sehingga meningkatkan penggunaan energi pendinginan lebih dari 50%.

Hanwha Ocean Punya Kapabilitas Struktur Lepas Pantai

Hanwha Ocean belum mengumumkan rencana proyek FDC yang spesifik. Namun, analis mencatat perusahaan memiliki daya saing dalam struktur terapung lepas pantai, sehingga memungkinkannya masuk pasar kapan saja.

Hanwha Ocean mempertahankan posisi bahwa meski belum ada rencana konkret yang diputuskan, perusahaan sedang meninjau potensi masuk ke sektor tersebut.

FAQ

Apa yang dicapai Samsung Heavy Industries pada April terkait floating data centers?

Samsung Heavy Industries menerima sertifikasi desain kelas untuk floating data center 50MW pada April.

Mengapa floating data centers dianggap unggul untuk efisiensi pendinginan?

Floating data centers dapat langsung memanfaatkan air laut di sekitarnya sebagai air pendingin, sehingga meningkatkan penggunaan energi pendinginan lebih dari 50% dibanding fasilitas berbasis darat.

Kapan Samsung Heavy Industries diperkirakan mulai beroperasi komersial untuk FDC?

Analis sekuritas memperkirakan operasi komersial floating data center yang direncanakan Samsung Heavy Industries akan dimulai pada Q2 2028.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar