Korea Selatan Rencanakan Reformasi Pajak Properti Setelah Forum Presiden 23 Juli

Partai Demokrat Korea Selatan dan pemerintah berencana mengajukan proposal reformasi pajak properti setelah forum kepresidenan pada 23 Juli, kata kepala kebijakan Han Jeong-ae. Berbicara kepada wartawan setelah konsultasi partai-pemerintah pada 13 Juli, Han mengatakan pemerintah akan memasukkan rincian reformasi pajak dalam pengajuan ke Majelis Nasional setelah forum properti selesai. Langkah ini menanggapi meningkatnya likuiditas pasar properti dan biaya sewa yang memengaruhi pembeli rumah usia muda, sementara partai meminta langkah-langkah pasokan yang disesuaikan agar dipercepat dari pemerintah.

Forum Kepresidenan Mendahului Pengajuan Reformasi Pajak

Han Jeong-ae, kepala kebijakan Partai Demokrat, mengonfirmasi bahwa presiden akan menjadi tuan rumah forum properti secara langsung pada 23 Juli. “Setelah seluruh forum terkait properti selesai pada 23 Juli, pemerintah berencana mengajukan kepada Majelis Nasional, termasuk materi yang berkaitan dengan reformasi pajak,” kata Han kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai pemangku kepentingan memberikan masukan untuk forum tersebut. Han menyebut waktu diperlukan untuk menyelesaikan pembahasan setelah forum usai sebelum proposal reformasi pajak dipresentasikan. Ia menambahkan bahwa perbaikan terkait rincian pasokan dan langkah keuangan mungkin diumumkan secara bersamaan, meski ia mengklarifikasi bahwa tanggal spesifik tidak dibahas secara konkret selama konsultasi 13 Juli.

Partai Demokrat Meminta Langkah-Langkah Pasokan Perumahan yang Dipercepat

Ketika ditanya apakah partai yang berkuasa membuat permintaan spesifik kepada pemerintah terkait reformasi pajak properti dan langkah pasokan, Han menyatakan sikap partai bahwa “langkah-langkah pasokan yang disesuaikan harus berjalan cepat pada waktu yang tepat.” Ia menunjuk meningkatnya likuiditas pasar sebagai faktor yang berkontribusi pada naiknya biaya sewa, khususnya yang berdampak pada kaum muda. “Kami telah meminta (kepada pemerintah) agar langkah-langkah yang menyeluruh diterapkan pada bagian pembelian rumah pertama, karena faktor-faktor ini memengaruhi lonjakan dana sewa dan memiliki dampak signifikan pada generasi yang lebih muda,” kata Han.

RUU Legislasi Dana Tanggap Masa Depan Direncanakan Mulai Diimplementasikan Tahun Depan

Konsultasi partai-pemerintah pada 13 Juli juga membahas Dana Tanggap Masa Depan dan undang-undang khusus Zona Mega Khusus. Han meminta agar eksekusi investasi yang cepat dilakukan untuk infrastruktur termasuk kondisi hunian dan kereta api guna mempertahankan talenta, serta berjanji dukungan aktif melalui pengesahan cepat undang-undang khusus Zona Mega Khusus. Terkait Dana Tanggap Masa Depan, ia menyatakan legislasi akan berjalan sebagai rancangan undang-undang pemerintah. “Ada kesepakatan di dalam pemerintah bahwa ini harus dijalankan secara berwawasan ke depan, dan (anggota DPR dari Partai Demokrat) juga berbagi kesepakatan tersebut,” kata Han. Ia menyebut pemerintah daerah dapat mengharapkan hibah khusus dan pajak penjatahan terkait tambahan penerimaan pajak, sumber pendanaan dana tersebut. “Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kami akan melanjutkan pembahasan mendalam, dan setelah terorganisasi, usulan pemerintah akan diajukan ke Majelis Nasional setelah konsultasi partai-pemerintah,” umumkan Han. Ia menambahkan bahwa pembentukan dana kemungkinan tidak akan terjadi secepat yang diharapkan, karena implementasi dimulai tahun depan, dengan pembahasan mendalam diperkirakan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.

FAQ

Apa yang diumumkan Partai Demokrat Korea Selatan pada 13 Juli terkait kebijakan properti?
Partai Demokrat menyatakan pemerintah akan mengajukan proposal reformasi pajak properti ke Majelis Nasional setelah forum kepresidenan pada 23 Juli. Kepala kebijakan Han Jeong-ae menegaskan presiden akan menjadi tuan rumah forum tersebut secara langsung, dengan rincian reformasi pajak serta kemungkinan perbaikan langkah pasokan dan keuangan yang akan dimasukkan dalam pengajuan.

Mengapa Korea Selatan merencanakan reformasi pajak properti?
Reformasi ini menanggapi meningkatnya likuiditas pasar perumahan dan biaya sewa yang memengaruhi pembeli rumah usia muda. Partai Demokrat meminta langkah-langkah pasokan yang disesuaikan agar dipercepat dari pemerintah, dengan menyebut dampak meningkatnya likuiditas pasar terhadap lonjakan dana sewa dan perlunya langkah-langkah yang menyeluruh untuk pembelian rumah pertama oleh generasi yang lebih muda.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar