UBS Asset Management memprakirakan inflasi terus mereda dan imbal hasil obligasi menurun. Pada 23 Juli (waktu setempat), UBS menyatakan bahwa gangguan pasokan energi di Timur Tengah akan mereda seiring waktu. Manajer aset mengaitkan prospek ini dengan ekspektasi inflasi yang turun meski ketegangan geopolitik masih tinggi, dengan tingkat inflasi impas 10-tahun sebesar 2,25% dibanding 2,5% pada Mei.
Penilaian ini muncul saat data CPI Juni menunjukkan inflasi inti turun dari bulan ke bulan untuk pertama kalinya sejak 2020, yang memperkuat pandangan UBS bahwa kebijakan Federal Reserve sudah cukup ketat untuk mendorong disinflasi berlanjut tanpa kenaikan suku bunga tambahan.
Indikator Inflasi Menunjukkan Tren Peredaan yang Berlanjut
UBS Asset Management mencatat bahwa ekspektasi inflasi masih berada di bawah puncak-puncak baru meski ketegangan geopolitik meningkat. Pihak perusahaan menyoroti tingkat inflasi impas 10-tahun di 2,25%, lebih rendah daripada level 2,5% yang tercatat pada Mei.
Survei konsumen Juli dari University of Michigan menunjukkan ekspektasi inflasi 1-tahun yang menurun, dengan ekspektasi 5-tahun berada pada level terendah sejak Maret, menurut manajer aset. UBS menekankan bahwa data Consumer Price Index Juni memperlihatkan inflasi inti turun dari bulan ke bulan untuk pertama kalinya sejak 2020.
UBS Memprakirakan Resolusi Diplomatik atas Ketegangan AS-Iran
Manajer aset menyatakan bahwa investor harus bersiap menghadapi konflik tambahan antara AS dan Iran, tetapi memprediksi kedua negara pada akhirnya akan mencari kerangka kerja diplomatik seiring tekanan ekonomi meningkat. UBS memperkirakan harga minyak akan kembali ke level yang mampu menahan inflasi.
Federal Reserve Diperkirakan Memotong Suku Bunga ke 3%
UBS Asset Management memperkirakan Federal Reserve akan melonggarkan sikap hawkishnya dan secara bertahap menurunkan suku bunga acuan ke 3%. Pihak perusahaan menyinggung kombinasi lingkungan inflasi yang lebih moderat dan potensi perlambatan permintaan tenaga kerja jangka panjang akibat meningkatnya adopsi artificial intelligence.
Manajer aset menekankan bahwa proyeksi ini didukung oleh kebijakan moneter saat ini yang sudah ketat, dengan inflasi terus menurun tanpa kenaikan suku bunga tambahan.
Imbal Hasil US Treasury Diproyeksikan Turun hingga Akhir Tahun
UBS mencermati bahwa imbal hasil US Treasury akan menurun untuk sisa tahun ini, memberikan imbal hasil carry yang menarik bagi investor obligasi dan potensi capital gains. Prakiraan perusahaan didasarkan pada meredanya tekanan inflasi yang terus berlanjut serta perkiraan pergeseran kebijakan Federal Reserve.
FAQ
Berapa prakiraan inflasi UBS Asset Management?
UBS Asset Management memperkirakan inflasi terus mereda, dengan menyebut tingkat inflasi impas 10-tahun sebesar 2,25% dibanding 2,5% pada Mei, serta data CPI Juni yang menunjukkan inflasi inti turun dari bulan ke bulan untuk pertama kalinya sejak 2020.
Perubahan kebijakan Federal Reserve apa yang diprediksi UBS?
UBS memprediksi Federal Reserve akan melonggarkan sikap hawkishnya dan secara bertahap memotong suku bunga acuan ke 3%, berdasarkan pandangan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah cukup ketat untuk mendorong disinflasi berlanjut tanpa kenaikan suku bunga tambahan.